Thursday, October 20, 2011

Cyber Crime FIRE SALE Mitos atau?

CYBER CRIME “FIRE SALE” mitos atau nyata? 

      Kondisi informasi dan teknologi (IT) yang maju secara signifikan dari hari ke hari menciptakan dampak positif tersendiri bagi pengguna jasa IT. Perusahaan-perusahaan membutuhkan tim IT untuk menciptakan Otomatisasi perkantoran (Office automation) yang memudahkan para pegawai perkantoran dapat melakukan tugas-tugas mereka lebih mudah, cepat, dan effisien. Kemajuan IT yang pesat juga berdampak bagi individual perorangan. Kemajuan pada kemudahan kita dalam berkomunikasi berkembang bahkan kurang dari 15 tahun. Bayangkan perangkat-perangkat komunikasi 10 tahun yang lalu, masyarakat masih menggunakan perangkat telfon genggam yang super besar dan biaya untuk berkomunikasi-pun sangat mahal, sehingga hanya orang-orang tertentu yang memiliki teknologi telfon genggam tersebut. Internet-pun pada saat itu sangat jarang, sehingga untuk mencari informasi yang kita butuhkan tidak semudah sekarang.

         Kemajuan pesat pada bidang IT membuktikan bahwa kemajuan berfikir manusia secara logika berkembang pesat pula. Ada banyak jejaring social yang memudahkan kita berbagi apapun pada satu website jejaring social. Mulai dari berbagi foto, music, video, bahkan berbagi informasi yang penting. Secara tidak langsung, kita sudah berbagi informasi diri kita sendiri kepada dunia. 

        Namun, banyak juga orang-orang yang berfikiran atau bahkan sudah melakukan pemanfaatan situasi canggih skarang ini untuk keuntungan pribadi. Kita mengenal cyber crime atau kejahatan dalam dunia maya. Kriminalitas yang dilakukan dalam jejaring, apapun bentuk jejaring tersebut. Banyak kasus pembobolan akun jejaring social, bahkan pembobolan e-mail pribadi, dan yang lebih kritis pembobolan server komputer-komputer perusahaan besar. Bayangkan kerugian yang kita berdampak pada kita, dan bayangkan juga kerugian yang berdampak bagi perusahaan yang telah di retas data-datanya. Peretas kan memanfaatkan situasi tersebut untuk keuntungannya sendiri. Motif kejahatan ini umumnya dilakukan oleh peretas yang di sewa oleh saingan usaha yang tidak bersain secara sportif, biasanya informasi-informasi yang di retaskan sangat bermanfaat untuk menjatuhkan sebuah perusahaan. Lalu apa jadinya jika satu Negara yang di retas mulai dari system keamanan informasi (keuangan, telekomunikasi, dll), system arus lalu lintas (transportasi), dan system pertahanan nasional-nya (persenjataan negara)? Para ahli peretas menjuluki kejahatan tersebut Fire Sale.

       Fire Sale sebenarnya berdefinisi Penjualan barang dengan diskon besar-besaran, biasanya penjualan tersebut akan diadakan menjelang kebangkrutan usaha atau perpindahan jenis usaha. Istilah ini pada awalnya muncul karena didasarkan penjualan barang akibat kebakaran hutan. Fire sale bukanlah obral biasa, fire sale sendiri maknanya lebih condong ke penjualan terakhir, sampai batas persediaan habis[1]. Jika kita telusuri kembali arti fire sale dalam terjemahan cyber crime, mungkin bisa kita artikan membakar habis satu system yang terintegrasi dengan system lainnya, yang menimbulkan efek terbakarnya system yang lain, kemudian mengambil keuntungan dalam situasi kacau tersebut. Motif fire sale mungkin saja awal dari sebuah sabotase negara, terorisme, atau tidak menutup kemungkinan penguasaan dunia.

        Fire sale hanya membutuhkan 3 titik inti untuk dilumpuhkan pada suatu Negara sehingga Negara tersebut mengalami bencana kekacauan sistematis (systematic chaos). Kita pernah mengalami systematic chaos pada awal millennium tahun 2000 lalu, yang kita kenal dengan istilah Y2K. Fire sale sangat berbeda dengan Y2K, karena peristiwa Y2K adalah murni alami, bukan sebuah perencanaan. Sedangkan fire sale jelas sebuah rencana besar untuk membagun ulang sebuah system yang akan dikuasai sepenuhnya oleh pelakunya. Kembali ke 3 titik inti yang akan diserang oleh peretas fire sale, ketiga titik tersebut yaitu: (1) Sektor transportasi yang mencakup system lampu merah lalu lintas, penunjuk jalan digital, dll, (2) sector pelayanan public dan keamanan, yang mencakup telekomunikasi, data sensus, data kemanan, bahkan pengendalian langsung persenjataan negara, dan (3) Sektor financial Negara, jelas mencakup keuangan Negara serta inventory financial lain milik Negara. 

       Dibutuhkan peretas yang sangat ahli dan berpengalaman dalam melakukan Fire Sale, karena peretasan system nasional bukan lah hal yang mudah. Akan ada banyak algoritma yang beraneka ragam dan untuk meng-enkripsi data-data rahasia Negara. Tentu saja pakar IT pemerintah bukan orang sembarangan yang hanya bisa mengoperasikan dan menguasai beberapa algoritma “saja”. Akan tetapi pemerintah juga harus memperhatikan kualitas pekerja departemen IT Negara-nya, karena faktor perkembangan teknologi yang terus berkembang pesat maka secara otomatis akan banyak juga celah bagi peretas-peratas yang sudah mengetahui perkembangan teknologi yang akan dipakai atau yang akan menjadi “trend”.

     Kembali pada ketiga titik inti yang menjadi sasaran fire sale, yaitu:
   (1) Sector Transportasi; jika terserang oleh peretas maka akan ada banyak kekacauan lalu lintas dimana-mana. Bayangkan saja jika lampu merah Ibu kota Jakarta kita diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab, bayangkan saja Deadlock pada operasi computer kita tetapi terjadi di tengah persimpangan jalan raya besar dimana mobil-mobil mati langkah. Mungkin sebelum terjadi deadlock jalan raya ini, sudah terjadi kecelakaan sebelumnya? Apapun bisa terjadi.

  (2) Sector Pelayanan dan Keamanan Publik; yang terserang peretas akan menjadi bencana yang sangat ampuh untuk melumpuhkan sebagian Negara. Seandainya system telekomunikasi diretas, maka bagian yang paling mudah ditebak adalah putusnya jaringan telfon, atau mungkin jaringan internet, bisa saja peretas mematikan kedua jaringan. Bukan hanya telekomunikasi, pelayanan public juga mencakup pelayanan energy listrik, air, dsb. Bisakah kita hidup tanpa adanya listrik? Atau kacaunya pemanfaatan tenaga air (PLTA)? Sama saja kembali ke zaman prasejarah. Kemudian peretas akan menyerang keamanan public  sekaligus nasional. Keamanan akan sangat berbahaya, bisa dikatakan senjata yang kita beli akan menyerang kita sendiri dikarenakan system yang telah diretas dan dikuasai oleh peratas, atau kemungkinan terburuk adalah peretas meluncurkan serangan kepada Negara lain melalui system keamanan nasional kita, dan sudah pasti akan memancing perang antar Negara, bahkan perang dunia.

   (3) Sector financial Negara; menjadi target terakhir Fire Sale. Alasan yang cukup logis, karena jika kedua langkah di atas berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka secara otomatis pemerintah akan mengesampingkan prioritas keamanan financial Negara. Pada saat itulah si peretas ini meluncurkan aksinya untuk membobol uang Negara dengan mudah, bahkan mungkin tanpa di sadari oleh pemerintah atau pihak berwenang di bidang financial tersebut. Apa yang bisa diharapkan dari Negara yang sudah porak-poranda dan bangkrut pula?

Akan tetapi banyak pakar yang menentang teori Fire Sale ini, teori cyber crime yang penuh kontroversi di kalangan peretas. Banyak yang berpendapat bahwa kejahatan cyber macam ini tidak mungkin terjadi karena dibutuhkan computer yang super canggih dan satu “pasukan peretas” yang ahli dalam bidang pembobolan dan algoritma yang unik dan beragam. Banyak pula peretas yang mengatakan Fire Sale hanya mitos dan tidak akan pernah terjadi. Semoga saja pendapat itu benar.

Namun saya berpendapat bahwa kejahatan cyber Fire Sale mungkin saja terjadi, kembali lagi ke faktor perkembangan teknologi yang pesat, dan kembali lagi kepada peretas-peratas yang sangat update dengan teknologi baru. Alasan-alasan itu yang mendasari pendapat saya pribadi, di tambah 2 sisi manusia, baik dan jahat. Pada saat ini saja hampir setiap hari kita mendengar tentang aneka ragam cyber crime yang terjadi, bahkan kita dapat melihat aksi para peretas yang meretas system keamanan sebuah apartement, gedung perusahaan, camera CCTV, dll di situs video terbesar. Bagaimanapun antisipasi dan pencegahan sangat diperlukan  untuk keamanan individu, kelompok, dan nasional, sebelum semuanya terlanjur terjadi.



[1] Wikipedia – Fire Sale

Sunday, October 16, 2011

Perkembangan Telematika

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TELEMATIKA
JULIUS FERNANDO
[  1 1 1 0 8 0 9 3  ]
Universitas Gunadarma

jule241289@yahoo.com


SEJARAH SINGKAT DAN PENGERTIAN
            Telematika diambil dari bahasa perancis “TELEMATIQUE” dan merupakan singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika yaitu perpaduan dari konsep Komunikasi dan Komputerisasi. Istilah telematika juga dikenal sebagai “teknologi hybrid terbaru – the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan era digitalisasi saat ini.
            Perkembangan ini memicu kepada perkembangan teknologi Telekomunikasi dan Informatika semakin terpadu. Namun saat ini istilah Telematika sendiri merujuk pada terpadunya perkembangan Telekomunikasi, Media dan Informatika yang semula berkembang secara terpisah.
            Terpadunya telematika dipahami sebagai “Electronic systems based on digital technology” atau “The Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang menjadi “multimedia”.
            Jadi bisa dikatakan kalau Telematika merupakan perpaduan antara teknologi Informatika, Multimedia dan Telekomunikasi yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem digital.

SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA
            Perkembangan telematika di indonesia berkembang mulai dari hanya menggunakan telepon, radio dan telegrap. Perusahaan radio yang lahir pertama kali saat itu adalah RRI dan terus aktif dan berkembang sampai sekarang dan perusahaan telepon dikelola oleh PTT atau Perusahaan Telepon dan Telegrap.
Kemudian televisi yg badan penyiaran pertamanya lahir pada tahun 1962. Siaran percobaan yang pertama adalah untuk menyiarkan upacara kemerdekaan RI yang ke-17 pada tanggal 17 Agustus 1962 dari Istana Merdeka melalui microwave (bukan microwave untuk memanggang). Dan channel televisi pertama adalah TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang diresmikan sebagai hari jadi pada tanggal 24 Agustus 1962 karena saat itu TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games. Dan pada tanggal 14 November 1962, TVRI untuk pertama kalinya melakukan siaran langsung di studio dengan ukuran 9x11 meter.
 Lalu sekitar tahun 1976 mulai menggunakan satelit telekomunikasi yang ditandai dengan peluncuran Satelit Domestik Palapa milik Indonesia di Cape Canaveral, Florida pada bulan Agustus. Pada panel peluncuran terdapat tiga orang Indonesia dan perwakilan dari NASA dan Hughes. Kemudian semakin berkembang seperti yang bisa kita lihat sekarang ini dengan kemunculan mulai dari mesin faximile, telepon seluler (telepon tanpa kabel),  internet dan perangkat multimedia.

TELEMATIKA
            Bagian dari kementerian yang menangani telematika adalah Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat Ditjen Aptel) yang di pimpin oleh seorang Direktur Jenderal yaitu Ir. Cahyana Ahmadjayadi. yang berada dibawah tanggung jawab KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMASI INDONESIA.
Fungsi dari telematika sendiri adalah :
1.      Penyampai informasi.
2.      Sarana kontak sosial hidup bermasyarakat
Istilah telematika sering digunakan pada beberapa macam bidang, antara lain :
a.      Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
b.      Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
c.       Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Telematika di Indonesia memilki tiga peran pokok, yaitu :
  1. Mengoptimalkan proses pembangunan.
  2. Meningkatkan pendapatan.
  3. Pemersatu bangsa.

Menurut Miarso (2004) terdapat sejumlah pilihan alternatif pemanfaatan Telematika di bidang pendidikan, yaitu :
  1. E-Library
  2. E-Mail
  3. Ensiklopedia
  4. E-Bussiness
  5. Tele-education dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System
  6. Pengelolaan SI
  7. Video Teleconference

Dampak-dampak yang timbul akibat penggunaan teknologi telematika telah merubah pola hidup, kerja, usaha dan bahkan merubah falsafah pada bidang tertentu. Dampak yang muncul antara lain :
  1. Penghematan penggunaan transportasi dan bahan bakar.
  2. Menghindarkan waktu-waktu yang tidak produktif menjadi lebih produktif.
  3. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.
  4. Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.

Referensi :




Tuesday, October 4, 2011

Freemason. Rahasia, jahat, sadis, satanic?

Ingatkah anda mengenai "Lubang dalam bumi" yang konon katanya memiliki ruang bawah tanah jauh di bawah perut bumi. teori terebut mungkin hanya segelintir orang yang mengetahuinya, hollow earth. Pintu masuk untuk memasuki hollow earth/lubang bumi tersebut tidak pernah di temukan. tetapi lokasi mengenai lubang-lubang yang disebut gerbang memasuki "dunia peradaban kuno yang abadi", ini tersebar di bagian-bagian bumi ini. 


Gambar di atas menunjukan peta/gambaran dunia bawah, hollow earth

Misteri segitiga bermuda yg menceritakan hilangnya benda2 logam sperti kapal pesiar, pesawat terbang, dll; sebagian ilmuwan yang yakin akan keberadaan "bumi di dalam bumi" , hamir 100% yakin bahwa salah satu lubang memasuki peradaban kunno yang terkubur itu terletak di dalam samudra berbentuk segitiga tersebut.

Detail-detail mengenai rahasia tersebut tidak pernah disebutkan secara pasti oleh perkumpulan rahasia yang bertujuan untuk menjaga rahasia mengenai rongga pada bumi yang memiliki kehidupan tersebut. Sebuah perkumpulan yang dibuat bertujun untuk melindungi kebijakan rahasia kuno (BUKAN AGAMA) yang legendanya, harta karun rahasia yang di lindungi oleh kelompok2 persaudaraan secara turun temurun.

Mengapa ilmu pengetahuan kuno di lindungi?
Konon kebijakan kuno ini memiliki kekuatan mistis, ilmiah, ajaib, dsb. tetapi bagaimanai manapun rahasia tersebut belum pernah di publikasikan sebelumnya. Legenda rahasia "maha tersembunyi" tersebut memiliki kuatan bagi manusia untuk mencapai derajat tertinggi manusia, yaitu "perubahan menjadi tuhan" dengan memecahkan petunjuk-petujuk yang tersembunyi di balik rahasia itu. 
Jika kebijakan itu jatuh ke tangan yang salah, hancurlah dunia kita, umat manusia sekaran belum siap untuk menerimanya, ini butuh waktu.

Kabar burung menjelaskan bahwa perkumpulan freemason kemungkinan menyembunyikan rahasia tersebut dalam perkumpulannya. Tidak ada pemublikasian ttg artefak maha hebat ini. alasannya hanya satu, zaman yang penuh teknologi akan sangat tersangkal oleh kebijakan ini. Sebuah pengetahuan kuno yang jauh lebih modern dari pada zaman ini. secara otomatis, akan merubah pandangan manusia 


Mason tidak merahasiakan identitas masonic'nya dan juga tidak merekrut anggota baru. semua anggota mason mengajukan diri suka rela untuk menjadi penjaga rahasia legendaris yang telah di jaga berabad-abad yang lalu.
Berbeda dengan perkumpulan rahasia ILLUMINATI, yang sangat merahasiakan eksistensinya.

Bahkan ada ritual khusus untuk mempererat hubungan persaudaraan, untuk meng-inisiasikan anggota baru, untuk pelantikan kenaikan derajat anggota rahasia tersebut. Mereka yang telah di-inisiasikan harus mengemban tanggung jawab yang sangat berat. merahasiakan kebijakan kuno yang tersembunyi apapun caranya, bahkan dengan mengorbankan nyawa anggota itu sendiri.

adapula beberapa pendapat ilmuan filsafat kuno yang menyatakan dengan jelas bahwa rahasia sesungguhnya freemason terletak pada symbol lambang pyramid mason yang akan menunjukan "sang terpilih" membuka portal menuju dunia yang telah di rahasiakan selama ber-abad-abad. selain itu kekuatan dari kebijakan ini akan mengangkat derajat manusia menjadi setara dengan tuhan (Apotheosis)

Portal yang telah disebutkan berupa tangga spiral menuju perut bumi yang sangat jauh. Beberapa mengatakan, di dalam sana terdapat pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang hampir bisa di katakan pengetahuan mistis (Hollow earth?). atau lebih spesifiknya Ilmu Noetic (gabungan fisika, alkimia, mistisme, kuantum, dll)

Kabari ini lah yang membuat gerang gereja-gereja berang dan mulai memfitnah perkumpulan rahasia Freemason. Fitnah yang tersebar secara sengaja oleh vatikan sangatlah tidak berperasaan; "mason adalah pemuja sesat, pemuja setan, Zionist, ajaran sesat, dsb", sehingga membuat nama "freemason" memberi kesan pemberontak keji, penuh dengan ambisi menguasai dunia.

bukan hanya mason saja, perkumpulan rahasia seperti pasukan templar (pasukan yg berjuang mati-matian pd perang salib yang difitnah oleh gereja atas tuduhan pemujaan setan), Illuminati, telah di "punahkan oleh api" yang dengan tangan terikat di kayu. ratusan bahkan ribuan pasukan templar, illuminaty dsb, di bakar habis sepenuhnya atas perintah "Petinggi Vatikan" beserta antek-anteknya beberapa abad lalu. namun persaudaraan Freemason selamat, sehingga rahasia yang di pertahankan tetap aman.

Dan jangan kaget ketika anda mengetahui anggota freemason merupakan seniman-seniman terkenal dan legendaris. contohnya Benjamin Franklin, Beethoven, Hilton, Mozart, Rockefeller, dan Shakespeare juga diduga menjadi anggota Freemason. Petinggi-petinggi tersebut disebut dewan pemimpin yang telah berderajat 33, dengan lambang phoenix berkepala dua. 

Lambang derajat paling tinggi kekuasaan mason, derajat 33.

Referensi : 
- Dan Brown - Da Vinci Code
- Dan Brown - The Lost Symbol
- Dan Brown - Angels and Demons
          

Friday, November 5, 2010

Jam atom, jam yang paling tepat sedunia.

Jam Atom

Jam atom adalah sebuah jenis jam yang menggunakan standar frekuensi resonansi atom sebagai penghitungnya. Jam atom awal adalah maser dengan peralatan lainnya. Standar frekuensi atom terbaik sekarang ini berdasarkan fisika yang lebih maju melibatkan atom dingin dan air mancur atomik.

National Institute of Standards and Technology - NIST (Lembaga Nasional Standar dan Teknologi Amerika Serikat) mempertahankan keakuratan 10-9 detik per hari, dan ketepatan yang sama dengan frekuensi radio pemancar yang memompa maser. Jam ini mempertahankan skala waktu yang stabil dan berkelanjutan, yaitu Waktu Atom Internasional (International Atomic Time) (TAI). Untuk penggunaan masyarakat, skala waktu lainnya digunakan, Coordinated Universal Time (UTC). UTC diturunkan dari TAI, tetapi disinkronisasi dengan lewatnya hari dan malam berdasarkan pengamatan astronomikal.

Jam atom pertama dibuat pada 1949 di National Bureau of Standards A.S. Jam atom pertama yang akurat, berdasarkan transisi dari atom caesium-133, dibuat oleh Louis Essen pada 1955 di National Physical Laboratory di Britania. Hal ini menyebabkan persetujuan internasional yang menjelaskan detik sebagai dasar dari waktu atomik.

Pada Agustus 2004, ilmuwan NIST mempertunjukkan sebuah jam atom skala-chip. Menurut para periset, jam ini seukuran seperseratus dari jam lainnya yang telah ada sebelumnya. Dan mereka menyatakan bahwa jam ini hanya memerlukan 75 milliwatt, membuatnya cocok untuk aplikasi yang menggunakan baterai.

Jam radio modern menggunakan jam atom sebagai referensi, dan menyediakan sebuah cara mendapatkan waktu yang disediakan oleh jam atom berkualitas tinggi di wilayah yang luas dengan menggunakan perlatan yang tidak mahal.

Cara kerja jam atom :

Maser untuk referensi frekwensi menggunakan ruang chamber berbinar berisi gas terionisasi, pada umumnya caesium, karena caesium adalah elemen yang digunakan di dalam definisi resmi detik internasional.

Semenjak tahun 1967, Sistem Satuan Internasional (SI) telah mendefinisikan detik sebagai 9.192.631.770 getaran dari radiasi yang berhubungan dengan transisi antara dua tingkat energy dari ground state dari atom Caesium-133. Definisi ini membuat osilator caesium (yang sering disebut jam atom) sebagai standard utama untuk waktu dan pengukuran frekwensi (lihat standard caesium). Kuantitas lain, seperti volt dan meter, berpegang pada definisi detik sebagai bagian dari definisinya.

Isi dari jam atom adalah sebuah microwave cavity (lubang resonansi) yang berisi gas terionisasi, sebuah oscillator microwave tertala (tunable), dan sebuah feedback loop yang digunakan untuk menyetel oscillator ke frekwensi yang paling tepat dari karakteristik absorpsi (penyerapan) yang ditentukan oleh perilaku masing-masing atom.

Sebuah pemancar microwave mengisi ruang chamber dengan gelombang radio berdiri (standing wave). Saat frekwensi radio bertepatan dengan frekwensi transisi hyperfine dari caesium, atom caesium tersebut menyerap gelombang radio dan selanjutnya memancarkan cahaya. Gelombang radio membuat elektron menjauh dari nukleus. Saat elektron kembali ke dekat nukleus, karena gaya tarik muatan yang berbeda, elektron tersebut bergetar sebelum berdiam diri di tempat yang baru. Perpindahan ini menyebabkan pancaran cahaya, yang sebenarnya adalah getaran listrik dan magnetisme.

Sebuah fotosel menerima cahaya tersebut. Saat cahaya itu meredup karena frekwensi rangsangan telah bergeser dari frekwensi resonansi, peralatan elektronik diantara photocell dan pemancar radio menyetel frekwensi pemancar radio itu.

Proses penyetelan inilah letak sebagin besar kompleksitas sistem ini berada. Penyetelan mencoba untuk menghilangkan efek samping, seperti frekwensi dari transisi elektron yang lain, distorsi dalam medan kuantum dan efek suhu dalam mekanisme tersebut. Sebagai contoh, frekwensi radio itu diubah-ubah secara sinusoida untuk membentuk modulasi sinyal di photocell. Sinyal dari photocell kemudian bisa didemodulasi untuk digunakan sebagai kontrol terhadap pergeseran jangka panjang di frekwensi radio. Dengan demikian, sifat-sifat ultra-akurat dari kuantum mekanika dari frekwensi transisi atom caesium bisa digunakan untuk menyetel oscillator microwave ke frekwensi yang sama (kecuali untuk kesalahan eksperimentasi yang kecil). Dalam prakteknya, mekanisme feedback dan pemantauan adalah jauh lebih kompleks dari yang dijelaskan di atas. Saat jam baru dihidupkan, jam tersebut memakan waktu yang lama sebelum bisa dipercaya.

Sebuah penghitung menghitung jumlah gelombang yang dibuat oleh pemancar radio. Sebuah komputer membaca penghitung, dan menghitungnya untuk merubah angka tersebut kedalam sesuatu yang kelihatannya mirip dengan jam digital atau gelombang radio yang dipancarkan. Tentu saja, yang sebenarnya menjadi jam adalah mekanisme cavity, osilator, dan feedback loop yang menjaga standar frekuensi yang mana menjadi dasar jam tersebut.

Sejumlah metode lain digunakan untuk jam atom untuk keperluan lainnya. Jam Rubidium adalah sangat disayangi karena harganya murah, dan ukurannya yang kecil (standard komersial sekecil 400 cm3), dan kestabilitasan jangka pendeknya. Jam-jam ini banyak digunakan dalam aplikasi-aplikasi komersial, portable, dan angkasa luar. Maser hidrogen (sering buatan Rusia) memiliki stabilitas jangka pendek yang tangguh dibandingkan dengan standard lain, namun memiliki kelemahan dalam akurasi jangka panjang.

Sering, satu standard digunakan untuk memperbaiki standard lainnya. Sebagai contoh, sebuah aplikasi komersial menggunakan standard Rubidium yang dipautkan ke sebuah penerima GPS. Sistem ini memiliki ketangguhan akurasi jangka pendek, dengan akurasi jangka panjang setara ke standard nasional waktu Amerika Serikat.

Umur sebuah standard adalah sebuah masalah penting. Modern standard Rubidium bisa bertahan lebih dari sepuluh tahun, dan menghabiskan ongkos sekecil US $50. Tabung referensi Caesium adalah cocok untuk standard nasional, saat ini awet sampai tujuh tahun, dan menghabiskan ongkos seharga US $35.000. Standard Hidrogen bisa awet sepanjang umur.

Referensi (Original threat by me) :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4955795

Wednesday, November 3, 2010

Perubahan Kata Baku dalam Keseharian

Dalam keseharian, kita sering lupa pengucapan serta pengejaan kata baku, bahkan kita sering kali tidak bisa membedakan antara kata yang baku dan yang tidak. Hal tersebut terjadi karena kebiasaan kita yang terus mengulang-ulang penggunaan kata tidak baku tersebut, sehingga memicu kebiasaan tersebut menjadi permanen.
Salah satu faktor yang memicu terjadinya perubahan kata baku ke non-baku dalam keseharian kita mungkin dikarenakan oleh lingkungan, atau tempat kita saling berkomunikasi dengan yang lain. Kita pasti akan terpengaruh oleh lingkungan sekitar kita. Cara bicara, intonasi, maupun perubahan kata baku pasti akan terpengaruh oleh lingkungan. Misalnya kita tinggal dan saling berkomunikasi dengan orang-orang yang berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, maka secara otomatis, kita akan terpengaruh untuk berbahasa dengan baik. Begitu pula sebaliknya, jika kita tinggal di lingkungan yang cara berkomunikasinya buruk, maka kita akan terpengaruh pula.
Kata baku adalah kata yang benar dan baik untuk digunakan. Maka dari itu sangatlah baik jika kita membiasakan diri berkomunikasi dengan menggunakan kata baku dan dengan ejaan yang benar. Perubahan kata baku bisa saja menimbulkan kesalahan persepsi lawan komunikasi kita, sehingga bisa menyebabkan komunikasi terganggu.

Contoh perubahan kata baku ke non-baku:

Kata Baku Kata Tidak Baku
Aktif aktip, aktive
Amfibi amphibi
Analisis analisa
Apotek apotik
Asas azas
Asasi azasi
Atlet atlit
Azan adzan
Cabai cabe, cabay
Daftar daptar
Dekret dekrit
Detail detil
Doa do’a
efektivitas efektifitas
Eksem eksim, exim
Ekstrem ekstrim, extrim
Elite elit
e-mail email, imel
Faksimile faksimili, faksimil
Februari Pebruari, February
Foto photo
Hakikat hakekat
Hipotesis hipotesa
Ijazah ijasah, izajah
Izin ijin
Jadwal jadual
Jumat Jum’at
Karena karna
Karisma kharisma
karismatik kharismatik
Kategori katagori
Khotbah khutbah
Komplet komplit, kumplit
Kreatif kreatip, kreative
kreativitas kreatifitas
Kredit kridit
Kualitas kwalitas, kwalitet
Kuantitas kwantitas
Kuitansi kwitansi
Laknat la’nat
Lembap lembab
Lubang lobang
Maaf ma’af
Makhluk mahluk
Masyhur mashur
Muazin muadzin
Mukjizat mu’jizat
Napas nafas
Nasihat nasehat
Negeri negri
Nikmat ni’mat
november nopember
penasihat penasehat
Petai pete, petay
proklamasi proklamir
Provinsi propinsi, profinsi
Proyek projek, project
Rakaat raka’at
Rezim rejim
Risiko resiko
Rubuh roboh
Sintesis sintesa
Sistem sistim, system
Subjek subyek
Surga syurga, sorga
Saraf syaraf, sarap
Takwa taqwa
Taoge tauge, toge
Teknik tehnik, tekhnik
Teladan tauladan
Telur telor
Tobat taubat
Ubah rubah, robah
Ustaz ustadz, ustad
Zaman jaman
Zikir dzikir

Sunday, October 10, 2010

RESIKO dan ANCAMAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Jika kita berbicara masalah keamanan sistem informasi, maka tidak luput pula dari resiko atau ancaman-ancaman sistem informasi akuntansi yang sering kita temui kasus umumnya seperti peretas sistem (hacker), atau penyebar virus yang membuat sistem informasi akuntansi tidak berjalan sesuai dengan siklusnya, malware atau program illegal yang bahkan bisa membuat kerusakan terjadi pada sistem.

Sesungguhnya masalah utama yang dihadapi oleh sistem informasi akuntansi yaitu :

· Threats atau ancaman pada sistem

Ancaman adalah aksi yang mengganggu stabilitas sistem informasi akuntansi yang berasal dari dalam sistem itu sendiri maupun dari luar sistem. Ancaman-ancaman tersebut dapat disebabkan oleh 3 faktor, yaitu :

ü Ancaman dari alam ( ex: Bencana yang membuat sistem rusak, dll )

ü Ancaman dari manusia ( ex: Sabotase sistem oleh pihak dalam perusahaan, )

ü Ancaman lingkungan ( ex: Lingkungan sistem yang tidak memadai )

· Vulnerability atau kelemahan pada sistem tersebut

Kelemahan dari suatu sistem kemungkinan besar timbul pada saat mendesain atau/dan menetapkan prosedur sistem tersebut. Kelemahan ini bias juga disebabkan oleh factktor perangkat lunak dan/atau perangkat keras yang digunakan oleh sistem.

Keamanan suatu sistem informasi akuntansi meliputi 3 hal yaitu :

ü Pendekatan preventif

yang bersifat mencegah terjadinya kemungkinan terjadinya ancaman dan kelemahan

ü Pendekatan detective

yang bersifat mendeteksi dari adanya penyusupan dan proses yang mengubah sistem dari keadaan normal menjadi keadaan tidak normal atau rusak.

ü Pendekatan corrective

yang bersifat mengkoreksi keadaan sistem yang sudah tidak seimbang untuk dikembalikan dalam keadaan normal

Dua masalah diatas akan berdampak pada 6 hal penting dalam berjalannya sistem informasi akuntansi ke-enam hal tersebut yaitu :

1. Efektifitas

Efektifitas pada sistem informasi akuntansi sangat diperlukan dalam bidang perusahaan, apapun bentuk perusahaan itu. Dikarenakan efektifitas secara otomatis juga mempengaruhi kinerja para karyawan yang bersangkutan. Jika efektifitas sistem terganggu, otomatis efektifitas keuangan perusahaan akan juga terganggu.

2. Efisiensi

Efisiensi sistem sangat penting bagi kegiatan akuntansi dan keuangan perusahaan. Efisiensi ini akan mempengaruhi tingkat kinerja serta target dan ke-akurat-an informasi yang diterima, serta kecepatan pemrosesan informasi. Ketika ke-efisiensi-an terganggu, maka perusahaan akan mengalami gangguan yang mengakibatkan ketidak tepatan informasi, ketidak akuratan informasi, serta lambannya waktu yang dibutuhkan dalam pengelolaan informasi

3. Kerahasiaan

Semua perusahaan sangat merahasiakan informasi kuangan-nya. Security system (keamanan sistem) harus sangat baik untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, contohnya kebocoran informasi keuangan oleh pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi. Kerahasiaan termasuk salah satu hal yang sangat amat penting perannya dalam perusahaan.

4. Integritas

Sistem informasi keuangan yang digunakan oleh perusahaan harus bisa di akses oleh computer lain. Sehingga control atau pengawasan pada bagian keauangan dapat di pantau oleh pejabat perusahaan yang bersangkutan. Integritas juga diperlukan untuk kinerja akuntan perusahaan, pastinya mereka tidak bekerja masing-masing, dan pastinya pula mereka bekerja pada satu data keuangan perusahaan yang sama, sehingga integritas diperlukan untuk mengakses satu data yang sama dalam computer yang berbeda.

Integritas yang terganggu mengakibatkan kekacauan pada bagian-bagian tertentu. Contohnya data yang tidak dapat di akses melalui server, kurangnya pemantauan dari atasan, serta kinerja yang sangat kacau.

5. Keberadaan

6. Kepatuhan

Pada dasarnya sistem yang telah dibuat oleh pendiri sistem akan di-aplikasikan dan berjalan sesuai dengan yang kita perintahkan oleh user, itu lah yang kita sebut kepatuhan sistem. Jika terjadi gangguan pada kepatuhan sistem, maka contoh mudah-nya sistem akan berjalan secara otomatis, atau kemungkinan akan berjalan randomize(secara acak/tidak teratur). Solusi yang dapat dilakukan yaitu memperbaiki sistem tersebut. Terganggunya kepatuhan sistem informasi akuntansi akan berakibat fatal (tergantung dari kerusakan sistem tersebut) pada sistem keuangan perusahaan. Dan penataan ulang (seperti input data, dsb) yang akan dilakukan akan memakan waktu lama.

7. Kehandalan

Penciptaan suatu sistem tentu bertujuan untuk kehandalan kinerja perusahaan. Threats dan vulnerability secara pasti akan mengganggu kehandalah sistem informasi akuntansi yang telah dibuat. Semua perusahaan menginginkan kehandalan dalam sistem informasi akuntansi dan sistem informasi lainnya agar kinerja pada perusahaan meningkat dan data keungan terjaga, aman, dan akurat.

Untuk menjamin ke-enam hal tersebut agar aman dari ancaman-ancaman yang tidak seharusnya terjadi, maka harus ada 10 point yang mampu mencegah ke-enam masalah tersebut terjadi. Ke-10 hal tersebut adalah :

Ø Akses control pengawasan sistem yang digunakan

Ø Jaringan dan telekomunikasi yang digunakan

Ø Manajemen akuntansi/keuangan praktis yang dipakai

Ø Update (pengembangan) system yang digunakan secara berkala

Ø Cryptographs yang diterapkan

Ø Arsitektur dari sistem informasi akuntansi yang digunakan

Ø Pengoperasian data yang aman

Ø Business Continuity Plan (BCP) atau Rencana Bisnis Berlanjut dan Disaster Recovery Plan (DRC) atau Perencanaan Pemulihan Bencana.

Ø Kebutuhan hukum, bentuk investigasi dan kode etik yang diterapkan

Ø Tata letak fisik dari sistem yang ada